Sterilisasi Dan
Media Yang Sesuai Bagi Pertumbuhan Mikroorganisme
Pengertian Sterilisasi
Sterilisasi adalah suatu proses membunuh
mikroba yang terdapat pada suatu alat maupun bahan makanan sehingga dapat
diminimalisir adanya kontaminasi. Dimana dapat dipahami bahwa mikroba pada
umumnya ada yang menguntungkan dan ada yang merugikan.
Mikroba yang menguntungkan sering kita jumpai
pada produk makanan khusunya pada susu fermentasi yang memiliki bayak manfaat
bagi tubuh. Sedangakan mikroba yang merugikan ini sering kali dijumpai pada
produk yang telah terkontaminsi dan mikroba jenis ini dikenal dengan istilah
patogen.
Adanya
mikroba patogen di lingkungan sekitar khususnya pada produk pangan akan
berdampak pada kualitas dari produk pangan itu sendiri sehingga produk tersebut
menjadi tidak layak konsumsi. Sterilisasi kemudian yang menjadi suatu cara yang
dapat dilakukan untuk meminimalisir adanya mikroba patogen.
Karena populasi dari mikroba yang sangat
banyak dan tempat tinggal yang berbeda-beda misalnya dalam darah, sampah,
makanan, air, dan tanah yang menyebabkan kontaminasi sangat mudah terjadi.
Sehingga diperlukan keadaan steril untuk memusnahkan mikroba.
Hal
tersebut kemudian dijadikan sebagai tolok ukur dalam menentukan cara untuk
mensterilisasikannya, maka diperlukanlah beberapa metode baik itu secara fisik,
kimiawi, maupun mekanik.
Sterilisasi
dengan metode-metode tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai macam
bahan alat maupun instrumen. Sterilisasi kimia dapat dilakukan dengan
menggunakan senyawa desinfektan seperti senyawa alkohol, fenol, hidrogen,
feroksida, aldehid, klor, iodium atau sublimat serta senyawa desinfektan
lainnya.
Namun
bahan yang pada umumnya digunakan adalah alkohol 70 %. Di mana pada bahan ini memiliki kemampuan dalam
mendehidrasi sel karena sifatnya yang mudah menguap sehingga menyebabkan
kekeringan pada sel. Senyawa ini dapat pula mendenaturasi protein karena sifat
hidrofilik pada etanol yang kemudian mengganggu peran protein di dalam sel dan
menghambat kerja protein.
Kemudian alkohol juga
memiliki kemampuan dalam melarutkan membran lipid pada sel sehingga dinding sel
akan rusak karena sifat hidrofobik yang dimiliki dan menyebabkan pertahanan
membran lipid pada sel akan terganggu pula.
Dari proses-proses tersebutlah yang kemudian membuat sel
mikroorganisme tidak dapat tumbuh dengan baik. Bahkan untuk mempertahankan
hidupnya pun ia memerlukan kerja yang maksimal.
Pada
sterilisasi fisik dapat dilakukan dengan menggunakan instrumen seperti autoclave, bunsen, microwave serta
berbagai instrumen yang memanfaatkan kalor dalam proses sterilisasi yang akan
membuat mikroorganisme tidak mampu bertahan dalam keadaan panas. Instrumen yang
dapat digunakan salah satunya adalah autoclave.
Kemampuan yang dimiliki oleh autoclave
yaitu dengan penggunaan tekanan 1 atm, serta suhu 121oC dalam
waktu 15 menit ia mampu membunuh mikroorganisme hingga ke endospora suatu
mikroba. Karena panas yang terdapat dalam ruang autoclave yang akan membuat
mikroba tidak mampu mempertahankan diri dalam suhu yang sangat tinggi.
Kekuatan
membunuh oleh uap air panas disebabkan pada saat kondensasi, pada bahan yang
disterilisasi dilepaskan sejumlah besar panas latent yang kemudian dapat
membunuh mikroorganisme hingga ke spora-spora yang dimilikinya.
Pada
sterilisasi mekanik dilakukan dengan filtrasi dimana alat yang digunakan adalah
penyaring yang memiliki ukuran pori-pori 0,45 mikron atau bahkan lebih kecil dari itu dan mampu
menyaring mikroba yang terdapat dalam suatu larutan.
Ukuran penyaring yang lebih
kecil dari ukuran mikroorganisme pada umumnya akan membuat mikroba kesulitan
untuk lolos dalam penyaringan. Karena pada dasarnya sterilisasi mekanik
dilakukan ketika bahan makanan atupun minuman yang akan mengalami kerusakan
bila terkena panas.
Olehnya itu untuk memperoleh keadaan steril tersebut dilakukan beberapa
tahap dalam menyaring mikroba yang terdapat pada larutan dengan menggunakan
penyaring berpori besar, sedang, hingga yang paling kecil. Hal tersebut
dilakukan agar tidak terjadi penyumbatan saat proses penyaringan berlangsung.
Pertumbuhan
mikroorganisme
Mikroba
tidak untuk dibunuh saja, namun ia juga perlu untuk ditumbuhkan pada suatu
media. Agar dapat diperoleh biakan suatu mikroba yang memiliki peran penting
dalam produk pangan sekaligus untuk dilakukan pengamatan pada mikroorganisme.
Sehingga
dapat diketahui perkembangan maupun sifat yang dimiliki oleh mikroorganisme
tersebut. Berbagai jenis mikroorganisme yang ada di muka bumi. Sehingga untuk
menumbuhkannya diperlukan suatu media yang memenuhi kebutuhan hidup dari
mikroorganisme tersebut.
Nutrisi
yang terkandung pada suatu medium akan sangat berpengaruh pada pertumbuhan
serta perkembangan pada mikroba ketika nutrisi tersebut sesuai dengan nutrisi
yang terdapat pada media optimum ia tumbuh. Medium yang menyediakan nutrisi
bagi mikroba disebut medium kultur.
Berbagai macam media tempat mikroba dapat
tumbuh salah satunya pada media semi sintesis. Media semi sintesis yaitu media
yang sebagian komposisinya diketahui secara pasti. Media semisintesis yaitu media yang
digolongkan berdasarkan kandungannya.
Media
semisintesis adalah media yang dibuat dengan bahan alami. Contoh media
semisintesis ini yaitu, Tauge agar dan kentang agar. Media kentang agar adalah salah
satu media pertumbuhan yang cocok bagi mikroorganisme jenis khamir dan kapang.
Karena kandungan karbohidrat yang dimiliki
cukup tinggi sehingga menjadi nutrisi yang tepat bagi pertumbuhan
mikroorganisme tersebut. Dimana bahan alaminya yaitu kentang, sedangkan bahan
sintesisnya yaitu dextrose, bacto agar, dan aquades. Contoh mikroorganisme yang
ditumbuhkan adalah Aspergillus sp
dan Mucor sp).
Terdapat
pula media yang dikenal dengan media sintesis. Media yang dibuat dengan bahan
buatan serta bahan alami. Dimana media
sintesis yaitu media yang digolongkan berdasarkan kandungannya yaitu media yang
komposisi zat kimianya diketahui jenis dan takarannya secara pasti.
Contoh media tersebut adalah PDA, PCA, dan
NA. Salah satu jenis
media sintesis adalah media PCA yaitu media yang memiliki fungsi sebagai wadah
perhitungan jumlah mikroba dari makanan, air dan limbah dengan mengidentifikasi
semua bakteri yang tidak spesifik.
Media PCA ini baik untuk mengetahui
pertumbuhan total mikroba (semua jenis mikroba) karena di dalamnya mengandung
komposisi casein enzymic hydrolisate yang menyediakan asam amino dan substansi
nitrogen kompleks lainnya serta ekstrak yeast mensuplai vitamin B kompleks.
Komposisi dari PCA yaitu : kasein hidrolisat enzim 5 gr, extak khamir dextrose 1 gr, dan agar
15 gr. Pada media ini semua jenis
bakteri,virus, fungi, dan protozoa dapat ditumbuhkan pada media.
DAFTAR PUSTAKA
Barnett, H. L. dan
Hunter B. B. 1998. Ilustrated Genera of
Modern Plant Pathology. New
Delhi.
Dwidjoseputro,D. 1990. Dasar-Dasar
Mikrobiologi. Jakarta : Djambatan
Fardiaz, S.1992. Mikrobiologi Pangan 1 Jakarta : Gramedia Pustaka Utama
Irianto, K. 2006 Mikrobiolog
Menguak Duna Mikroorganisme Jilid 1. Bandung : CV. Yrama Widya
John, I. P. Dan A.
D. Hocking. 2009. Fungi and Spoilage.
Edisi 3. Penerbit : Springer
Pelczar, dan Michael. 1986. Dasar- Dasar Mikrobiologi Jakarta : Universitas Indonesia.
Stuck, P.C. 2008. Privace to special issue on latte belight and genetic modification. Potato Res. Vol.51: 1-3
Tambahin gambar dong min..
BalasHapusMantapp
BalasHapusThanks infonya
BalasHapusNice
BalasHapusKnp ndak ada gambarnya supaya bisa di tahu bentuknya
BalasHapus