Kamis, 18 Mei 2017

Sterilisasi Dan Media Yang Sesuai Bagi Pertumbuhan Mikroorganisme

Sterilisasi Dan Media Yang Sesuai Bagi Pertumbuhan Mikroorganisme

Pengertian Sterilisasi
 Sterilisasi adalah suatu proses membunuh mikroba yang terdapat pada suatu alat maupun bahan makanan sehingga dapat diminimalisir adanya kontaminasi. Dimana dapat dipahami bahwa mikroba pada umumnya ada yang menguntungkan dan ada yang merugikan.

 Mikroba yang menguntungkan sering kita jumpai pada produk makanan khusunya pada susu fermentasi yang memiliki bayak manfaat bagi tubuh. Sedangakan mikroba yang merugikan ini sering kali dijumpai pada produk yang telah terkontaminsi dan mikroba jenis ini dikenal dengan istilah patogen.

Adanya mikroba patogen di lingkungan sekitar khususnya pada produk pangan akan berdampak pada kualitas dari produk pangan itu sendiri sehingga produk tersebut menjadi tidak layak konsumsi. Sterilisasi kemudian yang menjadi suatu cara yang dapat dilakukan untuk meminimalisir adanya mikroba patogen.

 Karena populasi dari mikroba yang sangat banyak dan tempat tinggal yang berbeda-beda misalnya dalam darah, sampah, makanan, air, dan tanah yang menyebabkan kontaminasi sangat mudah terjadi. Sehingga diperlukan keadaan steril untuk memusnahkan mikroba.

Hal tersebut kemudian dijadikan sebagai tolok ukur dalam menentukan cara untuk mensterilisasikannya, maka diperlukanlah beberapa metode baik itu secara fisik, kimiawi, maupun mekanik.

Sterilisasi dengan metode-metode tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai macam bahan alat maupun instrumen. Sterilisasi kimia dapat dilakukan dengan menggunakan senyawa desinfektan seperti senyawa alkohol, fenol, hidrogen, feroksida, aldehid, klor, iodium atau sublimat serta senyawa desinfektan lainnya.

Namun bahan yang pada umumnya digunakan adalah alkohol 70 %. Di mana pada bahan ini memiliki kemampuan dalam mendehidrasi sel karena sifatnya yang mudah menguap sehingga menyebabkan kekeringan pada sel. Senyawa ini dapat pula mendenaturasi protein karena sifat hidrofilik pada etanol yang kemudian mengganggu peran protein di dalam sel dan menghambat kerja protein.

 Kemudian alkohol juga memiliki kemampuan dalam melarutkan membran lipid pada sel sehingga dinding sel akan rusak karena sifat hidrofobik yang dimiliki dan menyebabkan pertahanan membran lipid pada sel akan terganggu pula.

Dari proses-proses tersebutlah yang kemudian membuat sel mikroorganisme tidak dapat tumbuh dengan baik. Bahkan untuk mempertahankan hidupnya pun ia memerlukan kerja yang maksimal.
Pada sterilisasi fisik dapat dilakukan dengan menggunakan instrumen seperti autoclave, bunsen, microwave serta berbagai instrumen yang memanfaatkan kalor dalam proses sterilisasi yang akan membuat mikroorganisme tidak mampu bertahan dalam keadaan panas. Instrumen yang dapat digunakan salah satunya adalah autoclave.
 Kemampuan yang dimiliki oleh autoclave yaitu dengan penggunaan tekanan 1 atm, serta suhu 121oC dalam waktu 15 menit ia mampu membunuh mikroorganisme hingga ke endospora suatu mikroba. Karena panas yang terdapat dalam ruang autoclave yang akan membuat mikroba tidak mampu mempertahankan diri dalam suhu yang sangat tinggi.

Kekuatan membunuh oleh uap air panas disebabkan pada saat kondensasi, pada bahan yang disterilisasi dilepaskan sejumlah besar panas latent yang kemudian dapat membunuh mikroorganisme hingga ke spora-spora yang dimilikinya.

Pada sterilisasi mekanik dilakukan dengan filtrasi dimana alat yang digunakan adalah penyaring yang memiliki ukuran pori-pori 0,45 mikron atau bahkan lebih kecil dari itu dan mampu menyaring mikroba yang terdapat dalam suatu larutan.

 Ukuran penyaring yang lebih kecil dari ukuran mikroorganisme pada umumnya akan membuat mikroba kesulitan untuk lolos dalam penyaringan. Karena pada dasarnya sterilisasi mekanik dilakukan ketika bahan makanan atupun minuman yang akan mengalami kerusakan bila terkena panas.

Olehnya itu untuk memperoleh keadaan steril tersebut dilakukan beberapa tahap dalam menyaring mikroba yang terdapat pada larutan dengan menggunakan penyaring berpori besar, sedang, hingga yang paling kecil. Hal tersebut dilakukan agar tidak terjadi penyumbatan saat proses penyaringan berlangsung. 

Pertumbuhan mikroorganisme

Mikroba tidak untuk dibunuh saja, namun ia juga perlu untuk ditumbuhkan pada suatu media. Agar dapat diperoleh biakan suatu mikroba yang memiliki peran penting dalam produk pangan sekaligus untuk dilakukan pengamatan pada mikroorganisme.

Sehingga dapat diketahui perkembangan maupun sifat yang dimiliki oleh mikroorganisme tersebut. Berbagai jenis mikroorganisme yang ada di muka bumi. Sehingga untuk menumbuhkannya diperlukan suatu media yang memenuhi kebutuhan hidup dari mikroorganisme tersebut.

Nutrisi yang terkandung pada suatu medium akan sangat berpengaruh pada pertumbuhan serta perkembangan pada mikroba ketika nutrisi tersebut sesuai dengan nutrisi yang terdapat pada media optimum ia tumbuh. Medium yang menyediakan nutrisi bagi mikroba disebut medium kultur.

Berbagai macam media tempat mikroba dapat tumbuh salah satunya pada media semi sintesis. Media semi sintesis yaitu media yang sebagian komposisinya diketahui secara pasti. Media semisintesis yaitu media yang digolongkan berdasarkan kandungannya.

 Media semisintesis adalah media yang dibuat dengan bahan alami. Contoh media semisintesis ini yaitu, Tauge agar dan kentang agar. Media kentang agar adalah salah satu media pertumbuhan yang cocok bagi mikroorganisme jenis khamir dan kapang.

 Karena kandungan karbohidrat yang dimiliki cukup tinggi sehingga menjadi nutrisi yang tepat bagi pertumbuhan mikroorganisme tersebut. Dimana bahan alaminya yaitu kentang, sedangkan bahan sintesisnya yaitu dextrose, bacto agar, dan aquades. Contoh mikroorganisme yang ditumbuhkan adalah Aspergillus sp  dan Mucor sp).

Terdapat pula media yang dikenal dengan media sintesis. Media yang dibuat dengan bahan buatan serta bahan alami. Dimana media sintesis yaitu media yang digolongkan berdasarkan kandungannya yaitu media yang komposisi zat kimianya diketahui jenis dan takarannya secara pasti.

Contoh media tersebut adalah PDA, PCA, dan NA. Salah satu jenis media sintesis adalah media PCA yaitu media yang memiliki fungsi sebagai wadah perhitungan jumlah mikroba dari makanan, air dan limbah dengan mengidentifikasi semua bakteri yang tidak spesifik.

 Media PCA ini baik untuk mengetahui pertumbuhan total mikroba (semua jenis mikroba) karena di dalamnya mengandung komposisi casein enzymic hydrolisate yang menyediakan asam amino dan substansi nitrogen kompleks lainnya serta ekstrak yeast mensuplai vitamin B kompleks.

 Komposisi dari PCA yaitu : kasein hidrolisat enzim 5 gr, extak khamir dextrose 1 gr, dan agar 15 gr. Pada media ini semua jenis bakteri,virus, fungi, dan protozoa dapat ditumbuhkan pada media.


DAFTAR PUSTAKA

Barnett, H. L. dan Hunter B. B. 1998. Ilustrated Genera of Modern Plant Pathology. New Delhi.
Dwidjoseputro,D. 1990. Dasar-Dasar Mikrobiologi. Jakarta : Djambatan
Fardiaz, S.1992. Mikrobiologi Pangan 1 Jakarta : Gramedia Pustaka Utama
Irianto, K. 2006 Mikrobiolog Menguak Duna Mikroorganisme Jilid 1. Bandung : CV. Yrama Widya
John, I. P. Dan A. D. Hocking. 2009. Fungi and Spoilage. Edisi 3. Penerbit : Springer
Pelczar, dan Michael. 1986. Dasar- Dasar Mikrobiologi Jakarta : Universitas Indonesia.
Stuck, P.C. 2008. Privace to special issue on latte belight and genetic modification. Potato Res. Vol.51: 1-3


5 komentar:

Bagaimana Cara Mengetahui Jumlah Mikroba Yang Memiliki Ukuran Sangat Kecil Atau Dikenal Dengan Perhitungan Mikroba Menghitung mikroba ?...